Halo, PENSIL disini dan salam literasi👆
Dengan topik diskusi " Menelisik kembali sejarah dan peran kaum pemuda dalam mencetuskan SUMPAH PEMUDA. Kami dari komunitas Weare Pensil mencoba menggali kembali spirit pemuda pada masa itu dan mengaitkan bagimana relevansi nya terhadap pemuda di era ini. Dimana kita tahu bahwa organisasi kepemudaan merupakan alat atau senjata yang paling efektif untuk pemuda untuk tetap bergerak dan memberikan kontribusi dalam mengawal kebijakan kebijakan kampus serta kebijakan pemerintah di gemparan era digitalisasi per hari ini.
Ada beberapa point penting yang menjadi bahan diskusi kami bersama, dimulai dari bg May Luther Dewanto Sinaga salah satu mantan ketua organisasi (GMKI) PSS. Beliau menggambarkan bahwa mahasiswa itu memiliki 3 ciri khusus :
1. Mahasiswa daun
Dimana bisa kita lihat bahwa daun merupakan adalah unsur yang paling rentan dan gampang untuk jatuh. Contoh nya di terpa angin, badai,hujan dan sebagainya
2. Mahasiswa ranting
Kita bisa bayangkan bahwa ranting merupakan tipikal pemuda yang sedikit tangguh tapi masih memiliki celah untuk jatuh. Contoh nya, jika ranting sebuah pohon itu sudah busuk maka dia akan jatuh dengan sendirinya.
3. Mahasiswa akar
Kenapa disebut sebagai akar, karana akar menjadi sebuah konseptor yang tidak perlu terlihat tetapi paling berperan serta lebih banyak memberikan kontribusi dalam penguatan daun serta ranting dalam sebuah pohon.
Kemudian dilanjutkan oleh Bung Garson Marhaenis salah satu mahasiswa yang aktif dalam organisasi mahasiswa menyebutkan bahwa seorang pemuda itu layak di katakan menjadi seorang aktivis yang menjaga spirit dan nilai nilai daripada sumpah pemuda itu sendiri adalah mereka mereka yang berani melebur dengan rakyat yang termarjinalkan, yang hak hak nya perlu kita suarakan dan di perjuangan kan.
Dilanjut dengan bg Dian Purba salah satu dosen di kampus kami yang melihat bahwa pendidikan itu menjadi tembok tembok yang besar atau sebagai penghalang untuk menjaga nilai nilai dan spirit sumpah pemuda itu sendiri dalam lingkungan kampus per hari ini. Beliau juga menegaskan bahwa kaum pemuda itu adalah mereka yang tetap konsisten untuk membaca, diskusi, dan menulis.
Beliau juga menyampaikan bahwa yang paling di takuti pemerintahan itu ialah sebuah tulisan contohnya puisi puisi dari Wiji Thukul, WS Rendra. Tidak lupa juga kami civitas keluarga dari Komunitas PENSIL mengucapkan Terimkasih atas sumbangan bukunya, semoga bermanfaat banyak untuk komunitas ini
Kami juga tidak lupa mengucapkan Terimkasih atas atensi teman teman yang hadir dalam kegiatan ini.
Salam literasi👆

Tidak ada komentar:
Posting Komentar