Kamis, 24 Oktober 2024

Analisis Sosial Terhadap Minat Baca Mahasiswa IAKN Tarutung

Hallo!

Pensil disini dan salam literasi buat teman-teman semua. Nah. Sebelum membahas isi dari judul artikel ini, mari kita mulai dengan apa itu Literasi.


Literasi mengacu pada kemampuan seseorang untuk membaca, menulis, dan memahami informasi secara efektif. Namun, maknanya telah berkembang lebih luas dari sekadar keterampilan dasar tersebut. Di era modern, literasi mencakup kemampuan untuk mengakses, menganalisis, dan menggunakan informasi dari berbagai media dan sumber, termasuk literasi digital, visual, serta kemampuan berpikir kritis terhadap informasi yang diterima.


Literasi memiliki peran penting dalam kehidupan individu dan masyarakat karena memberikan fondasi bagi pengembangan pengetahuan, kemampuan berpikir logis, dan partisipasi aktif dalam kehidupan sosial, ekonomi, dan politik. Orang yang memiliki tingkat literasi tinggi cenderung lebih mampu untuk beradaptasi dengan perubahan, membuat keputusan yang lebih baik, dan berkontribusi pada masyarakat secara positif.


Di dunia pendidikan, literasi sering kali menjadi fokus utama dalam membentuk kemampuan kognitif anak-anak dan remaja agar mereka siap menghadapi tantangan masa depan, baik dalam karier maupun kehidupan pribadi. Literasi juga menjadi jembatan bagi pembelajaran seumur hidup.


Terkait penjelasan dan judul artikel ini, kami dari komunitas literasi PENSIL (Penikmat Sajak dan Literasi) telah melakukan ansos atau penelitian kecil-kecilan terkait literasi atau minat baca, serta budaya diskusi melalui kegiatan lapak baca gratis dan diskusi ringan disekitaran kampus IAKN Tarutung. Sasaran dari kegiatan ini tentunya berfokus pada mahasiswa.




Setelah kurang lebih satu bulan berlangsungnya kegiatan yang kami laksanakan, maka hasil dari kajian atau ansos yang kami dapat, bisa dikatakan minat baca atau budaya diskusi mahasiswa IAKN Tarutung masih sangat minim. Bukan tanpa alasan mengapa hal ini bisa terjadi. Ada beberapa faktor yang menjadi fokus kami untuk membuat ansos mengenai literasi di lingkungan kampus IAKN Tarutung.


Selain pengaruh dari perkembangan jaman dan teknologi, faktor lingkungan atau pergaulan juga mempengaruhi minat baca serta budaya diskusi para mahasiswa. Dari sosial media, yang menjadi asupan bukannya konten edukasi yang banyak diminati melainkan konten yang sifatnya menurunkan daya kritis setiap mahasiswa. Di lingkungan kampus, tempat-tempat seperti kantin, gajebo dan taman baca memang digunakan oleh lima sampai enam orang bahkan lebih. Meski hanya sekedar untuk bercengkerama atau sharing, isi dari pembahasan teman-teman mahasiswa tidak berfokus pada pembahasan keilmuan atau intelektual, melainkan diskusi seputar hal-hal yang sifatnya hedon dan tidak bermanfaat.


Hal tersebut yang tentunya menjadi faktor mengapa minat baca serta budaya diskusi yang seyogyanya menjadi tempat atau wadah terjadi transaksi ilmu dan pertukaran pikiran, esensinya malah berkebalikan. Dari sekian banyak buku, terhitung hampir 70 buku yang kamis sediakan dari berbagai genre, hanya 13 buku yang dipinjam dari 13 mahasiswa untuk dibaca. Jadi, ketika dibuat presentasi, maka dari 100% hanya 18,57% mahasiswa yang memiliki minat baca.




Tentunya hal sangat memperihatinkan. Bukan tanpa alasan. Karena dari sekian banyak mahasiswa, hanya segelintir yang memiliki minat baca serta masih mempraktekkan budaya-budaya diskusi yang substansinya bersifat intelektual. Masalah ini yang kemudian membuat kami menjadi semakin tertantang untuk semakin aktif dalam kegiatan literasi dan diskusi, serta mengadakan berbagai kegiatan-kegiatan untuk menarik dan menumbuhkan kembali minat baca, serta membangun budaya-budaya diskusi disekitar lingkungan kampus IAKN Tarutung.


Dan harapan kami ke depannya, dengan adanya kegiatan yang kami realisasikan, minat baca serta budaya literasi di lingkungan kampus semakin bertumbuh dan menjadi manfaat bagi setiap mahasiswa yang terlibat langsung di dalam kegiatan literasi dan diskusi lainnya.


Mungkin sekian yang menjadi hasil dari ansos atau penelitian kecil yang kami selenggarakan, semoga banyak mahasiswa yang sadar akan pentingnya literasi dan budaya diskusi yang akan menjadi bekal dikemudian hari.


Terimakasih dan salam literasi.


Komunitas Literasi PENSIL

Penikmat Sajak & Literasi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Peduli Literasi, Komunitas Literasi PENSIL kembali lagi dalam Sesi NGOPPI (Ngobrol Pikiran, Politik, dan Isu Sosial) Bincang Ideologi

Penulis: Ezra Yahya Sani Editor: Deor Ric Dominggos Dalam upaya memperkuat budaya literasi dan berpikir kritis di kalangan mahasiswa, Komuni...