Penulis: Ezra Yahya Sani
Editor: Deor Ric Dominggos
Dalam upaya memperkuat budaya literasi dan berpikir kritis di kalangan mahasiswa, Komunitas Literasi PENSIL kembali menggelar kegiatan rutin bertajuk NGOPI (Ngobrol Pikiran) dengan tema "Sejarah Ideologi Dunia." Acara ini berlangsung pada Kamis, 16 Oktober 2025, di Gajebo Prodi Kepemimpinan Kristen, Kampus II IAKN Tarutung, dan diikuti oleh sekitar dua puluh peserta yang hadir secara offline dengan antusias.
Kegiatan ini mengusung konsep Diskusi dan Bincang Santai, di mana suasana akrab berpadu dengan semangat intelektual. Mahasiswa dari berbagai program studi datang dengan semangat untuk bertukar pandangan dan memperdalam pemahaman mereka mengenai ideologi—sebuah topik yang sering kali dianggap berat, namun dikemas ringan dalam forum ini.
Sebagai pemantik, Deor ric Dominggos membuka diskusi dengan pertanyaan reflektif: "Apakah ideologi hanyalah sistem berpikir, atau justru cermin dari arah hidup manusia?" Pertanyaan tersebut sontak mengundang keheningan singkat sebelum memantik berbagai respons dan perdebatan hangat dari para peserta.
Dalam pemaparannya, Deor Ric menjelaskan perjalanan sejarah ideologi dunia mulai dari masa Yunani Kuno hingga abad modern. Ia menyoroti bagaimana gagasan-gagasan besar seperti Kapitalisme, Komunisme, dan Sosialisme telah membentuk cara manusia memandang kebebasan, kekuasaan, dan kemanusiaan. "Ideologi bukan hanya soal politik," ujarnya, "tetapi tentang bagaimana manusia memahami dirinya di tengah dunia yang selalu berubah."
Diskusi berlangsung dinamis. Beberapa peserta aktif mengajukan pertanyaan kritis, seperti bagaimana ideologi bisa memengaruhi cara berpikir masyarakat Indonesia, serta apa dampaknya terhadap kehidupan beragama dan pendidikan. Para peserta tidak hanya mendengar, tetapi juga berdialog, menantang, dan mempertanyakan ulang pemahaman mereka tentang dunia ideologis yang kompleks.
Kegiatan ini ditutup dengan refleksi bersama tentang pentingnya literasi ideologis di era modern. Bahwa literasi sejati bukan sekadar kemampuan membaca teks, melainkan juga kemampuan membaca realitas dan menafsirkan nilai-nilai yang membentuk kehidupan sosial. NGOPI kali ini menjadi bukti bahwa diskusi sederhana bisa menjadi ruang pembelajaran yang mendalam bila dilakukan dengan semangat terbuka dan rasa ingin tahu yang tinggi.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Komunitas Literasi PENSIL menegaskan komitmennya untuk terus menumbuhkan budaya literasi di lingkungan kampus. Melalui diskusi, membaca, dan menulis, PENSIL berupaya mencetak generasi muda yang kritis, reflektif, dan berkarakter, serta mampu melihat dunia bukan hanya dari satu sudut pandang, melainkan dari berbagai lensa ideologis yang memperkaya cara berpikir manusia.
Sebagaimana disampaikan Deor Ric di akhir sesi, "Literasi bukan sekadar soal kata, tapi tentang bagaimana kita memahami dunia, lalu memutuskan sikap apa yang paling manusiawi di dalamnya."



